Join This Site
Anda percaya kertas terbuat dari pohon ? itu benar. Mari kita lihat bagaimana pohon bisa berubah menjadi berbagai macam kertas.
Jika anda melihat pohon, anda mungkin memiliki waktu sulit membayangkan bagaimana sesuatu yang begitu tinggi dan kuat bisa berubah menjadi sesuatu yang tipis dan lemah seperti selembar kertas, apakah anda pernah membuka buku untuk dibaca dan bertanya-tanya bagaimana kertas itu dicetak dan dibuat? Lihatlah disekitar kamar anda sekarang dan lihat seberapa banyak hal-hal yang terbuat dari kertas: buku teks anda, buku catatan, kartu ucapan, dan bahkan wallpaper pada dinding anda adalah semua produk kertas.
Kita banyak menggunakan kertas setiap hari untuk begitu banyak hal yang kita bahkan tidak berfikir tentang dunia tanpa kertas. Setiap pagi kita membaca surat kabar dan memberitahukan kita kabar apa  yang terjadi di dunia, serbet dari kertas atau tissue dan bahkan kertas toilet, didalam kelas sekolah kita menulis diatas kertas  dengan kertas tulis berapa banyak profesor, ahli, dokter, pengusaha terlahir dari setiap generasi, sungguh besar manfaat kertas untuk kehidupan.

PROSES MENGHASILKAN KAYU

Proses dimulai dari kayu mentah yang didapat dari hutan tanaman industri (baca: Proses Tanaman Industri ) dimulai 4P+T yaitu dari Pembibitan, Penanaman, Perawatan, Pemanenan dan Transportasi kayu. Proses mendapatkan kayu membutuhkan waktu minimal 5 tahun dan tahapnya sangat banyak untuk bisa dan menumbuhkan pohon serta membutuhkan sumber tenaga kerja yang besar dari masyarakat sekitar hutan industri dan teknologi tepat guna.

PROSES PEMBUATAN KERTAS

Untuk membuat kertas dari pohon, kayu mentah harus diproses menjadi bubur. Kayu terdiri dari serat-serat yang disebut "selulosa" adalah molekul yang terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Serat selullosa menghasilkan senyawa lem alami yang disebut "lignin" . Ketika lignin dan serat selulosa dipisahkan dan ditata ulang maka kertas dapat dibuat dengan bantuan air dan bahan kimia lainnya digunakan selama proses pembuatan PULP (bubur kertas).
Kayu dapat berubah menjadi Pulp dalam berbagai cara yang berbeda. Tehnik pembuatan pulp melibatkan penggunaan mesin untuk menggiling kayu menjadi chip untuk menghasilkan bubur campuran membutuhkan pemutih untuk menghasilkan kertas putih .

Proses Pulp Diawali: Log (kayu bulat) dikupas kulitnya/de-barging dengan alat yang berbentuk drum disebut drum barker, kemudian log melewati stone trap fungsinya untuk membuang partikel batu yang menempel pada log kemudian dilakukan pencucian log.

Log yang sudah bersih kemudian dicincang menggunakan alat menjadi potongan kecil-kecil disebut Chip, dari tempat penampungan chip dibawa dengan konveyor ke bejana pemasak (digester), steam memasak dengan beberapa tahap pertama dikukus (presteamed), baru dipanaskan dengan steam di steaming vessel dicampur dengan cairan pemasak disebut dengan cooking liquor.

Setelah bubur kertas siap kemudian dicuci dengan tujuan untuk memisahkan cairan hasil sisa pemasakan. Proses selanjutnya pulp disaring (screaning) agar terbebas dari bahan-bahan yang dapat mempengaruhi kualitas pulp. Proses penyaringan ada 2 tahap  yaitu penyaringan kasar dan penyaringan halus, proses diakhiri di proses sand removal cyclones yang berfungsi untuk memisahkan pasir dari pulp.

Pulp kemudian dicampur dengan oksigen(O2)  dan sodium hydroksida (NaOH) didalam delignification tower sebelum dicuci didalam washer, tujuan dicampur ini untuk mengurangi bleacing, mengurangi kandungan lignin serta memutihkan pulp. Proses bleacing menggunakan bahan kimia untuk mencapai derajat keputihan sesuai standar ISO. Pulp kemudian disimpan atau dikirim ke paper machine untuk diolah menjadi kertas.

Panjang prosesnya bukan untuk menjadi lembaran kertas yang anda biasa pegang dan tulis atau dibaca, untuk menciptakankan orang-orang pintar disekolah melalui tulisan dan bacaan buku ilmu pengetahuan, semua itu dibutuhkan peluh keringat,usaha ,semangat dan biaya yang tidak sedikit demi menghasilkan lembaran kertas seperti yang ada di atas meja kita.

Sungguh besar manfaat kertas bagi kehidupan kita dan manfaatkan kertas dengan sebaiknya.

2 komentar:

Kardus kemasan said...

Makasih artikel nya om...
Sukses sellu...

teguh said...

Terima kasih sudah singgah